Tuesday, May 17, 2011

Makin Tua Makin...

Tahun ini 17, ga disebut tua juga sih, mungkin ngelewatin satu tahap lagi buat dewasa. Tanggung jawab makin gede, pikiran makin banyak, makin mikir lagi kalo ditanya "kuliah mau dimana?", kalo dulu ditanya gitu masih bisa asal jawab, lah sekarang yang ada "hmmm... ya gitu deh, insya Allah 'disini'" (di universitas yg dimauin). "Tua" disini mungkin akan gue artikan sebagai usia menjelang kepala dua - -*. Dimana mungkin gue akan misah dari orangtua (bukaan! bukan nikah! kuliah dulu) dan berusaha buat lebih mandiri lagi daripada sebelumnya.

- Makin "tua", entah kenapa jadi gaje pas mau nerima rapor. Yang perasaan inilah, itulah, yg mikir bakal dapet death glare dari nyokap atau omongan dingin dari bokap setelah ngeliat hasilnya. Yep. My dad isn't a talk active person, he will talk to me straight to the point but his words could frozen me to death. Padahal dulu jaman SD nyantai abis kalo nerima rapor, sekarang? Ehm. Agak perez sedikit. =))

- Makin "tua", makin diomelin buat lebih merhatiin penampilan, sebagai contoh adalah soal rambut. Gue akuin, rambut gue emang selalu ga jauh dari 3 model, model pendek, pendek sedeng, dan super pendek. Ini sekarang, tinggal agak panjang, yang ada dibilang "kok sekarang gondrong?" eeeehh... mbak, aku cewek looh, aku punya kaki loooh~ Alasan kenapa rambut ini masih kupertahankan kepanjangannya adalah karena tatapan mematikan dan ocehan pedas dari nyokap. Ya. Nyokap gue adalah gabungan dari Jessica SNSD dan emmm siapa yg punya tatapan mematikan, Suju's Heechul? Eheeheehehehehe. Beliau berkata, "panjangin rambut kamu, kan mau kuliah," ya sooooo?? Apa dengan rambut panjang gue bisa masuk universitas yg gue mauin? (kalo iya, AMIN!) Apa dengan rambut panjang gue bisa ngecilin badan dikit? Apa dengan manjangin rambut gue bisa ketemu Heechul? (oke. ini ga nyambung). Tapi biasanya omongan orang tua adalah doa dan biasanya kejadian,jadi ya gue turutin aja.

- Makin "tua" sebetulnya ada bagusnya, karena gue makin ngerti fashion, at least, I know how to make a good outfit for myself and people around me. Especially, my mom. She's a bag and shoes fetish. Tapi kadang karena kebanyakan sepatu sama tas seperti ibu-ibu lainnya, beliau jadi bingung gimana nyatuinnya biar enak diliat. Dan ujung-ujungnya guelah yg jadi korban buat ngebantuin mix&match. Dan terima kasih juga kepada nenek dari nyokap yg juga bag fetish. Karena mereka berdualah yg menurunkan tas-tas vintage mereka yg timeless ke gue. Hehhehe. Walaupun kadang, gue juga yg awalnya 'ngerampok' mereka.

- Makin "tua", makin berasa keponakan nambah. Tau-tau, pas kumpul acara keluarga, para balita datang dan minta main dengan manggil, "tan...". YA. Saya adalah mutan.

- Makin "tua" makin males ditanya yg macem-macem sama sodara. Hergh. Mind your own bussiness.

Sudahlah. Ini bukan berarti gue tidak mensyukuri dengan bertambahnya umur. Tapi nyadarin diri sendiri aja, apa aja yg perlu gue benerin buat ke depannya.

SEE. YA~

posted from Bloggeroid

Tuesday, May 3, 2011

Yeah Right.

like bloah.
Just so you know, you could say something like that, did you think you have a right to say that? Did you think there's no one who would be hurt when you said something like that? You better shut your mouth. If you could say something like that, I'm pretty sure you must be know about those things, or you just could see with an eye, or maybe you're a pi*p? Huh.

When you said something like that, indirectly, you said to yourself that you're worst than them. Because you're the one who gave them the lessons.

Hope you could read this.

Oh. Sorry. I think you're too "pure" to read this.